Home » » BPBD Bentuk Empat Kelompok Peduli Pasca Bencana

BPBD Bentuk Empat Kelompok Peduli Pasca Bencana

Written By Redaksi kabarsulawesi on Sabtu, 22 Agustus 2015 | 10:05 PM

Kabarsulawesi.com – Luwu Timur : Empat Kelompok Peduli Pasca Bencana (KPPB) dibentuk. Kelompok KPBB tersebut masing-masing dari Dusun Kanawatu II, dusun Mekar Karya, dusun Merta Sari dan dusun Sumali. Ke empat kelompok ini dikukuhkan langsung Wakil Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler di Halaman Kantor Desa Rinjani Kecamatan Wotu, Sabtu (22/08). 

Kegiatan pengukuhan kelompok pasca bencana, juga dilakukan Penandatanganan MoU Pemda Luwu Timur di Desa Rinjani yang diprakarsai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Luwu Timur. Selain Wabup acara juga dihadiri Camat Wotu, Awaluddin, kepala BPBD Lutim yag diwakili Kabid pencegahan dan kesiapsiagaan, Andarias, Andi Ervan dari PTPN XIV, Rahmat Darmawan dari PT.Sindoka, dan kepala Desa Rinjani, Muhidin. 

"Pemerintah melalui BPBD sangat menaruh perhatian kepada warga yang berada di lokasi rawan bencana agar mendapat nilai tambah ekonomi melalui program pembentukan KPPB" kata Husler dalam sambutannya. 

Menurutnya dengan dikukuhkannya kelompok peduli pasca bencana yang dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dengan Dunia Usaha adalah bentuk dukungan dalam rangka keikutsertaan dunia usaha terhadap penanganan bencana di Luwu Timur yakni PTPN XIV dan PT. Sindoka. Penanggulangan bencana tersebut, ulas Wakil bupati, Thorig husler, tidak hanya berada di tangan pemerintah saja, tetapi juga berada ditangan masyarakat termasuk relawan. “Artinya, penanggulangan bencana tersebut perlu sinergisitas dengan berbagai elemen masyarakat,” sebutnya. 

Sementara itu Kasi Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur, Iskandar Muda mengatakan tujuan dibentuknya KPPB ini untuk meningkatkan peran serta dan menumbuhkan kesadaran masyarakat dan dunia usaha yang berada di sekitar lokasi pasca bencana agar terlibat aktif dalam mendukung pemulihan pasca bencana. Lewat program ini , kata Iskandar pemerintah hadir untuk memberikan pemberdayaan kepada masyarakat sebagai nilai tambah ekonomi masyarakat setempat. 

"Pemilihan lokasi desa Rinjani untuk proses pengukuhan dikarenakan wilayah ini kuantitas terjadinya bencana banjir sangat tinggi, makanya program ini juga bekerja sama dengan Dinas PU dalam program normalisasi.(hms).
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer