Home » » Cemburu Buta, Empat Wanita Aniaya dan Keroyok Tetangganya

Cemburu Buta, Empat Wanita Aniaya dan Keroyok Tetangganya

Written By Redaksi kabarsulawesi on Minggu, 02 Agustus 2015 | 7:00 AM

Kabarsulawesi.com – Sidrap : Erlina, warga JompiE, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, korban penganiayaan dan penyeroyokan yang dilakukan 4 wanita teangganya itu, kini kasus sementara di Sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sidrap, 

dengan dakwaan Pasal 351 ayat (1) dan Pasal 170 KUHPidana, ancaman hukuman 5 tahun keatas. Kronologis terjadinya tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan itu, bermula pada 5 Maret 2015 lalu, saat itu Erlina masih menetap di Kampung Baru, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watam Pulu, Kabupaten Sidrap. Seperti diungkapkan Erlina di persidangan. Kamis (30/7) lalu, malam itu, tiba – tiba rumahnya dilempari dengan batu yang diduga dilempar dengan batu. Besoknya, 4 orang wanita yang tidak lain tetangganya, masing – masing : Marwah, Gusti Ayu, Kasmawati, dan Senni, mendatangai rumah Erlina, mengetuk pintu, meminta Erlina keluar rumah. 

Namun korban tidak mau membuka pintu, karena sebelumnya Erlina punya firasat tidak baik. Karena ketakutan, Erlina mencoba keluar rumah lewat pintu samping. Namun begitu pintu dibuka sudah ada yang menungguinya yang tidak lain ke - 4 orang tadi, 

Tanpa tanya, begitu Erlina buka pintu, salah seorang dari mereka menarik rambut korban, kemudian menampar, malah secara bergantian ke – 4 wanita itu melakukan pemukulan ke wajah dan tubuh Erlina, malah mereka juga mennyambak rambut korban dan menyeretnya ke luar dari rumah. 

Di luar rumah pelaku mencocoki lumpur ke mulut korban. Korban tidak sempat melakukan perlawan, sebab selain bertubuh kecil, dia juga di keroyok oleh 4 wanita yang memiliki tubuh agak gemuk. Sejak kejadian itu, Erlina terpaksa mengung ke rumah orang tuanya di Parepare. 

“ Saya di opname di rumah sakit selama 3 malam, akibat pemukulan dan pengeroyokan tersebut, akibat luka memar di wajah dan di sekujur tubuh saya.” Kata Erlina di persidangan. 

Diluar sidang, kepada kabarsulawesi.com, Erlina menduga, terjadinya pemukulan dan pengeroyokan kepada dirinya, karena salah satu dari ke empat pelaku itu cemburu buta. 

Sebelumnyanya, kasus ini jadi pertanyaan pihak keluarga korban, pasalnya dianggap pelimpahan berkas perkara yang dilaporkan di Polsek Watang Pulu terlalu lama. Nanti seletelah pihak keluarga korban mengusutnya, barulah ditindak lanjuti. 

Selain lambannya penanganan kasus ini dari Sektor Watang Pulu ke Kejari Sidrap, pihak keluarga korban juga mempertanyakan, soal adanya penangguhan penahanan yang diberikan oleh Polres Sidrap, dan sampai kasus ini disidang, dan ditangani Kejari Sidrap, ke empat pelaku tersebut tidak ditahan. (bang soel).
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer