Home » » LVRI Parepare Pertanyakan Hibah Gedung Veteran

LVRI Parepare Pertanyakan Hibah Gedung Veteran

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 10 Agustus 2015 | 2:04 PM

Kabarsulawesi.com – Parepare : Ketua LVRI Cabang Parepare, H. Abdul Madjid. S disela-sela acara peringatan hari Veteran ke – 70 di Parepare, mempertanyakan soal hibah gedung LVRI Parepare yang sampai saat ini belum terealisasi. 

Dalam pernyataan sikapnya pada peringatan Hari Veteran yang dihadiri Walikota Parepare, DR. HM. Taufan Pawe, SH, MH, Ketua LVRI Cabang parepare mengatakan, bahwa sejak Walikota di Pimpin oleh Basrah Hafid, yang pada saat itu terjadi tukar guling kantor Veteran yang kini menjadi Kantor Sintap (system satu atap) ke eks Kantor Camat Ujung yang sekarang menjadi Gedung LVRI Cabang parepare. “Kesepakatan pada tahun 2004 oleh Walikota Parepare saat itu, Basrah Hafid dan Ketua DPRD, akan memberikan hibah atas tukar guling kantor LVRI Cabang Parepare. 

Namun kesepakan itu tidak kunjung ada.” Kata H. Abdul Madjid. Kepada Walikota Parepare yang sekarang ini di pimpin, HM. Taufan Pawe, LVRI cabang Parepare berharap, agar Walikota memperhatikan pernyataan sikap tersebut. Selain soal hibah gedung LVRI, Ketua LVRI Cabang Parepare juga meminta Walikota memperhatikan kondisi gedung LVRI parepare yang saat ini ditempati. Pasalnya, kondisi gedung sudah rapuh dan bocor-bocor. 

“kami berharap gedung Veteran ini dapat diperbaiki, agar menjadi gedung yang layak huni.” Tegas H. Abdul Madjid. 

Sementara itu, Walikota Parepare, HM. Taufan Pawe menanggapi pernyatan sikap LVRI Parepare, mengatakan, apa yang menjadi pernyataan sikap itu, adalah sebenarnya sebuah kritikan bagi Pemerintahan Kota Parepare, dan berjanji akan memperhatikan kritikan tersebut. 

Selain itu, HM. Taufan Pawe juga mengungkapkan, untuk penataan peninggalan sejarah perjuangan yang ada di Parepare, seperti monumen korban 40 ribu jiwa yang terletak di kawasan Astom, Pemda Parepare telah menyiapkan anggaran sebesar Rp.900 juta untuk penataan kawasan astom tersebut. “Untuk monumen korban 40 ribu jiwa Pemkot Parepare menyiapkan dana sebesar Rp.400 juta dari anggaran yang dialokasikan untuk penataan kawasan Astom.” 

Kepedulian HM. Taufan Pawe terhadap monument korban 40 ribu jiwa itu, karena di kawasan itu termasuk kawasan Astom terlihat sembraut. Misalnya kata Taufan Pawe, kawasan Monumen korban 40 ribu jiwa dikelilingi oleh gerobak jualan. 

“Kedepan kita tata dengan baik. Tetap ada gerobak jualan disitu tapi tidak mengganggu situs perjuangan, dan gerobak harus diganti. Kita akan ciptakan daerah astom dan kawasan monument korban 40 ribu jiwa sebagai tempat wisata. Selain itu, kita akan siapkan ruangan untuk penyimpanan benda bersejarah.” Ungkap HM. Taufan Pawe. (Sul/Syamsir)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer