Home » » Bupati Seharian Blusukan di Wilayah Terpencil

Bupati Seharian Blusukan di Wilayah Terpencil

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 20 April 2016 | 5:02 PM

Kabarsulawesi.com - Malili : Hari Ulang Tahun Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler dimanfaatkan untuk melakukan blusukan di daerah terpencil, Desa Mahalona Kecamatan Towuti. Untuk menjangkau wilayah Mahalona raya ini, Bupati dan rombongan harus melalui medan jalan yang rusak, licin dan berlumpur, persis off road. Belum lagi kendaraan yang digunakan harus dengan spesifikasi tertentu. 

Meski dengan kondisi seperti itu, orang nomor satu di Bumi Batara Guru ini tetap pantang menyerah menembus wilayah Mahalona tepatnya di Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) yang sedang diguyur hujan lebat, Selasa (19/04/2016). 

Rombongan yang terlibat dalam kunjungan kerja itu antara lain Wakil Bupati, Irwan Bachri Syam, Ketua DPRD, Amran Syam, Anggota DPRD, Usman Sadik, Sekda, Bahri Suli, Kadis PU, Hirfan, Kadis ESDM, Firnandus Ali, Kadis Tarkim, Zainuddin, Kadis Nakertransos, Mas'ud serta beberapa camat dan Kepala Desa. 

Selain menghadiri syukuran warga, Bupati dan rombongan juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid, meninjau beberapa sarana dan prasarana warga seperti jembatan ambruk yang terletak di Satuan Pemukiman (SP) 4 hingga gedung sekolah yang rusak parah. 

 Salah seorang warga, Sahril yang mewakili tokoh masyarakat di lima desa mengatakan sudah puluhan tahun akses jalan utama yang menghubungkan Pekaloa, Timampu ke Mahalona rusak parah. Padahal jalan utama ini sangat dibutuhkan warga untuk mendistribusikan hasil pertanian. 

Selain itu, kata Sahril jembatan utama yang terletak di SP 4 ambruk, sehingga transportasi warga antar SP juga terganggu. "Kami berharap pemerintah daerah bisa segera menyelesaikan permasalahan ini” pinta Sahril. Menanggapi hal ini, Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler mengatakan harapan masyarakat akan akses jalan yang menghubungkan Pekaloa, Timampu- Mahalona di Kecamatan Towuti, sepanjang kurang lebih 28 km telah mendapat respon positif dari pemerintah pusat. 

Lanjutnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, telah mengeluarkan ijin prinsip untuk melepas status kawasan hutan demi perbaikan jalan di daerah itu. "Tim dari balai besar serta dinas kehutanan propinsi akan turun meninjau akses jalan Pekaloa- Mahalona. 

Makanya jika semuanya telah lengkap, maka kami (pemerintah daerah) akan segera memperbaiki jalan di sana,” jelas Bupati. 

Untuk tahap awal kata Husler, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 9,5 Milyar untuk pembuatan jalan beton sepanjang 3 km dari Pekaloa- Mahalona. Selanjutnya akan dianggarkan secara bertahap dan diharapkan tuntas hingga tahun 2017 mendatang. Terkait Jembatan yang hampir ambruk, Bupati langsung perintahkan kepada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial untuk segera melakukan perbaikan agar akses jembatan ini segera berfungsi normal kembali. (hr/hms).
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer