Home » » Irwan : Kampung KB Jangan Cuma Sebatas Simbolis Saja

Irwan : Kampung KB Jangan Cuma Sebatas Simbolis Saja

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 04 April 2016 | 9:10 AM

Kabarsulawesi.com - Mangkutana : Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulawesi Selatan mencanangkan Dusun Tongku Maino Desa Kasintuwu Kecamatan Mangkutana Kabupaten Luwu Timur menjadi Kampung Keluarga Berencana (KB), Jum’at (01/04/2016). 

Pencanangan dilakukan langsung oleh Kepala BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Hj. Rini Riyatika Djohan ditandai dengan tabuhan gong bersama Wakil Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam didampingi Sekretaris Daerah Bahri Suli, Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKB-PP) Luwu Timur Rosmiyati Alwy, Ketua TP PKK Hj. Puspawati Husler dan unsur Forkopimda lainnya. 

Penunjukkan Dusun Tongku Maino Desa Kasintuwu sebagai pusat penyelenggaraan program KB karena terpenuhinya kriteria yang telah ditetapkan yakni dimana wilayah ini masuk dalam kategori jumlah prasejahtera (61 %) dan KS I (17%) masih dibawa rata rata dengan pencapaian akseptor MKJP masih 17% dan Non MKJP 83%, capaian KB aktif 43% dari 149 PUS dan wilayah ini sangat dekat dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan perbatasan. 

Pencanangan Kampung KB di Dusun Tonku Maino ini diikuti oleh 10 dusun lainnya yang berada diseluruh kecamatan se Kabupaten Luwu Timur. Wakil Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mengatakan Pembentukan Kampung KB merupakan inovasi strategis yang digagas langsung oleh Presiden RI untuk dapat mengimplementasikan kegiatan kegiatan prioritas program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara utuh dilapangan atau dengan kata lain merupakan miniatur pelaksanaan seluruh program KKBPK secara utuh yang bersinergi dengan mitra kerja dan instansi terkait lainnya. 

“Pencanangan yang kita lakukan saat ini merupakan simbol dimulainya pembentukan Kampung KB diseluruh kecamatan yang berarti kita punya niat baik untuk keberlanjutan program demi terwujudnya keluarga kecil, keluarga bahagia dan sejahtera,”ujar Wakil Bupati.

Olehnya itu, agar Program KB dapat berjalan dan dirasakan mamfaatnya oleh masyarakat kepada Camat, Lurah/Kepala Desa serta SKPD yang terkait diharapkan mendukung dan memperkuat berbagai program KB dan keluarga sejahtera, jangan hanya berhenti pada pencanangan, harus ada aksi dan gerakan. 

 “Jangan sampai pencanangan kampung KB ini hanya sebatas simbolis saja tanpa mempunyai tujuan dan maksud yang jelas,”lanjutnya. 

Kepala BKKBN Sulawesi Selatan Rini Riyatika Djohan mengatakan program Kampung KB dibentuk sesuai arahan Presiden RI dengan tujuan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk yang saat ini dinilai melebihi jumlah rata-rata dari target yang ditentukan BKKBN.

Selain itu, Kampung KB juga dijadikan sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat terutama yang berada diwilayah miskin, padat penduduk dan terpencil. 

“Sesuai arahan presiden RI, pelaksanaan program KB lebih difokuskan kepada masyarakat yang kurang mampu dan masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan,” Kata Rini. 

Dikatakannya, dengan pancanangan Kampung KB ini, diharapkan program KB dapat bergema kembali dan dapat menjangkau masyarakat terutama yang berada di desa desa diseluruh Indonesia. Pencanangan Kampung KB juga rangkaikan dengan penanaman pohon di halaman rumah warga di wilayah tersebut dilanjutkan dengan peninjauan pelayanan KB. (ophy/hms)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer